Kamis, 21 Januari 2016

Al Quran Pedoman Hidup Kita

Postingan sebelumnya masih nyambung disini nih. Salah satu keinginan saya di 2016 adalah ingin lebih memahami Al Quran. Ini saya mendapat banyak pencerahan dari sahabat saya yang sekaligus juga mentor saya untuk masalah pemahaman Al Quran. Memang ya kondisi saat ini, banyak muslimin yang malas mengkaji Al Quran. Dan mengkaji bukan hanya sebatas membaca terjemahan saja, tapi juga mempelajari tata bahasa Al Quran. Ibaratnya kalau kita belajar bahasa Inggris, untuk lebih memahaminya tentu akan lebih mudah jika kita belajar grammar juga, bukan hanya sekedar membaca terjemahannya saja.

Itulah yang ingin sekali saya pelajari karena Al Quran sebagai sumber ilmu Allah, yang diturunkan memang sebagai petunjuk bagi umat manusia, rahmatan lil 'alamiin. Saya yang memeluk Islam semenjak lahir, seharusnya mempunyai keinginan kuat untuk mengkaji kitab suci saya, petunjuk saya dalam hidup ini.

Tapi untuk belajar secara serius, saya masih agak kesulitan mencari sumbernya. Saat ini hanya terbatas diajar oleh sahabat saya itu, itupun tidak rutin hanya sesekali saja karena memang kesibukan kami masing-masing. PR banget niih mencari mentor ataupun les kajian Quran yang memang sesuai dengan apa yang kita harapkan (baik metode pengajarannya, materinya ataupun gurunya). Inginnya sih diajar sama sahabat saya sendiri, tapi berhubung jauh ya sepertinya tidak memungkinkan.

Amin semoga bisa terlaksana ya keinginan ini.

Rabu, 20 Januari 2016

Keinginan di 2016

Duh sekali pengen nulis di blog, banyak banget yang ingin ditulis :-p Sebetulnya saya memang suka menulis apa saja, namun memulainya itu loo.. Duh memang benar, memulai itu adalah hal yang paling sulit. Tapi begitu sudah masuk kedalamnya, insyaAllah akan lancar.

Sekarang mumpung masih bulan Januari saya mempunyai beberapa keinginan yang semoga bisa tercapai di tahun 2016 ini. Saya mungkin tidak menyebutnya resolusi karena saya sendiri tidak mau ngoyo dalam meraihnya. Kalau tercapai alhamdulillah, kalau tidak ya sudah dimasukkan lagi ke dalam daftar keinginan tahun berikutnya. Nah ini niih keinginan saya :

1. Keinginan untuk langsing dan makan makanan yang sehat
 
    Hahaha ini sih target dari jaman single duluuu dan kayaknya akan selalu ada deh :-p. Saya ini mempunyai tipe tubuh curvy yang memang tidak bisa kurus banget. Badan besar di beberapa bagian dan ya sudah memang tidak bisa diubah lagi. Tapi memang setelah melahirkan Rayhan, saya sempat yang gemuuukk sekali. Huhuhu itu masa-masa yang menyebalkan. Tapi alhamdulillah setelah Ray lepas masa ASI eksklusif, saya ikutan katering diet dan bisa balik ke berat badan normal sebelum melahirkan. Sebetulnya pas hamil Naura, berat badan saya gak terlalu bertambah banyak, tapi memang setelah saya melahirkan, saya agak kebablasan makan banyak. Intinya sekarang ingin punya BB 52 kg. Kalo sekarang sih masih 54 kg. Ohya selain itu saya sekarang juga agak selektif memilih makanan karena sekarang banyak penyakit degeneratif yang memang diakibatkan karena makanan.

2. Ingin traveling ke luar negeri, minimal 1 negara di luar ASEAN

    Ini juga keinginan sejak kecil, ingin keliling dunia hehehe. Saya ini mungkin 'luar negeri oriented' banget ya, karena memang sejak SD sudah ingin kuliah keluar negeri. Lalu ya karena sudah jadi emak-emak, hasrat traveling agak mengendur. Tapi akhir-akhir ini kembali bersemangat. Pengennya sih ke Eropa dan Australia. Semoga ya :-)

3. Ingin menjadi bunda yang lebih baik lagi

    Kalau ini target sepanjang hidup kali ya. Ya setiap ibu pasti ingin menjadi bunda yang baik, mendidik dan merawat anak2 sehingga menjadi anak yang sehat, panjang umur, sholeh dan sholehah, berakhlak mulia, cerdas dan berbakti kepada orangtua. Amiiinn..Oya salah satu doa saya juga adalah semoga anak-anak kelak bisa melanjutkan sekolahnya keluar negeri. Hehehe impian bundanya ditularkan ke anak-anak :-)

4. Ingin menjalin silahturahim dengan sahabat lama

    Keinginan lama bertahun-tahun yang lalu, ingin berjumpa dan ngobrol dengan sahabat2 lama yang spesial. Semoga bisa kesampaian di tahun ini walaupun I don't expect tooo much :-) Karena masing-masing sudah punya kesibukan sendiri, ada keluarga yang harus diurus dsb dsb. Tapi hal ini menjadi salah satu doa wajib yang aku panjatkan setelah sholat :-D

5. Ingin sekolah lagi

    Ini juga gak expect too much karena ada banyak keterbatasan. Sebetulnya memang saya merasa harus terus mengasah otak saya. Kalau tidak digunakan untuk belajar lama-lama akan menjadi tumpul.



Yayaya cukup itu saja dulu sih. Yang lainnya sebetulnya banyak, tapi nggak mau muluk-muluk. Yang ada nanti malah stress karena banyak keinginan :-D

Me, Now

Sebelumnya mau update nih gimana sih penampilan saya sekarang hehe. Kalau dari penampilan ya namanya udah jadi bunda dari 2 anak, ya memang tidak semuda dan selangsing dulu lagi pastinya hehehe. Faktor umur itu loo yang kadang bikin merasa orang-orang di sekitar kok pada muda-muda banget ya.. Hahahaha. Dulu pas saya masih umur 20-an, ngeliat orang dengan umur 30-an ke atas yang merasa woow mereka dewasa (baca : mature alias tua) banget yaa hihihi. Dan sekarang sudah mencapai umur 30-an ke atas, alhamdulillah semoga selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang untuk terus berkarya.

Dan inilah foto-foto terbaru saya saat ini :-)


Dan ini foto bareng teman saya


Yayaya walaupun umur sudah menginjak kepala 3, tapi tetap berjiwa muda dong ;-) Dan alhamdulillah kalau ditanya apakah bahagia dengan kehidupan yang sekarang. Definisi bahagia menurut saya adalah diciptakan oleh kita sendiri. Leyeh-leyeh di rumah sambil bersantai juga sudah merupakan kebahagiaan bagi saya. Atau melihat orang-orang yang kita cintai sehat dan bahagia juga sudah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Tidak usah muluk-muluk. Karena yang namanya manusia, tidak pernah puas. Pasti ada saja kurangnya.

Saya sendiri bukan manusia yang sempurna. Jadi saya punya keinginan yang banyak dan belum bisa saya peroleh. Tapi seiring dengan perkembangan umur, saya sudah tidak terlalu "ngoyo" atau berambisi untuk mendapatkannya. Karena saya percaya rejeki Allah yang mengatur. Kita berusaha seoptimal mungkin, selanjutnya serahkan kepada Allah SWT. Memang kadang orang-orang di sekitar kita, entah teman, rekan kerja, yang kesannya ambisius sampai agak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi saya untuk soal-soal tertentu selow down aja deh. Rejeki sudah ada yang mengatur insyaAllah :-)

Jadi alhamdulillah di usia saya yang akan berusia 35 tahun ini (eh ketahuaann deh umurnya berapa hahaha), saya merasa 'content' dengan kehidupan saya sekarang. Dan semoga kehidupan saya akan terus berguna untuk orang -orang di sekitar kita.

Amiinnn :-)



Lets Start Writing (Again)

Halooo. Duh kenapa ya mau menulis sesuatu rasanya tuh malesss banget. Blog ini sudah lama banget terbengkalai, padahal sudah ingin sekali menulis blog. Karena saya ingin menuliskan memori-memori saya baik memori indah maupun memori yang tidak menyenangkan (pengennya sih seneng terus yaaa). Biar bisa jadi kenang-kenangan dikala otak ini sudha tidak mampu lagi mengingat, ada tulisan di blog ini yang akan menjadi pengingat.

Saya ingat sedari kecil memang suka menulis diary. Selalu diawali dengan "Dear Diary... " hehehe isinya ya gitulah ababil banget. Naksir-naksiran sama teman satu sekolahan, marahan sama teman, etc, etc yang isinya banyakan ketidaklabilan anak abg alias anak baru gede hehehe. Makanya sekarang tetap ingin melanjutkan kesukaan saya bercerita melalui tulisan. Namun kali ini medianya adalah melalui blog :-)

Yak lets start writing Dini

Rabu, 18 Maret 2015

Oh My....

Masih berhubungan dengan dunia design, karena akhir-akhir ini saya sering banget beli majalah design, buka website or blog yang berhubungan dengan design interior, saya melihat ada hal yang bikin saya miris. Saya melihat banyak banget ya pasangan sejenis (entah yang pacaran atau sudah 'menikah' secara resmi) di luar negeri sana (terutama Amerika dan Eropa). Saya tuh paling suka baca home tour, liputan mengenai rumah orang. Melihat design maupun pernak pernik yang ada didalamnya. Tapi yang bikin saya agak terganggu, sering kali pemilik rumah itu adalah pasangan sejenis alias homoseksual atau lesbian. Huhuhu sebut saya konvensional, kuno atau terlalu (sok) religius, tapi saya pernah lo gak jadi beli majalah Architecture Digest karena covernya adalah dua laki-laki pemilik sebuah rumah yang diliput oleh majalah itu.

Dan ada lagi yang membuat saya miris. Saya suka membuka www.designsponge.com dimana foundernya adalah seorang wanita cantik bernama Grace Bonney. Tapi yang membuat saya miris, ternyata si founder ini adalah seorang lesbian. Di blognya diceritakan dulu dia pernah menikah dengan seorang laki-laki, namun akhirnya divorce karena dia merasa bahwa dia adalah seorang homo, bukan hetero. Dan saat ini dia sudah menikah secara resmi (ternyata ada yaa ... ya ampuunn) dengan seorang perempuan. Hiksss miris bangett. Saya memang belum pernah punya teman yang pasangan sejenis, tapi ya mungkin kalaupun saya berteman, saya akan mencoba tidak melihat orientasi seksualnya mereka... hufff.

Yang jelas, saya masih merasa bingung, orientasi seksual seperti itu apakah memang genetik atau karena faktor lingkungan? Saya sendiri masih menganggap kalau penyimpangan tersebut adalah karena lingkungan, bukan genetik. Apalagi melihat fenomena ini lebih banyak terjadi di lingkungan tertentu, dalam hal ini fashion, design dan hal-hal yang berbau seni.

MasyaAllah, seperti memang sudah disebutkan bahwa tanda-tanda akhir jaman memang akan banyak perilaku-perilaku seperti jaman Nabi Luth dulu (kaum homoseksual). Dan saya hanya bisa berdoa dan memonitor semoga anak cucu saya mempunyai perilaku normal sebagaimana tuntunan dalam Al Quran dan Hadits Rasulullah (doa emak-emak 2 anak). Amiiinnn yaa ribbal alamiinn....

Knick Knacks, Ornamen, Detail...

Semenjak ada rencana mau renovasi rumah, hobi saya adalah berselancar di web design terutama blog para designer interior di USA. Selain web, ternyata banyak juga akun di instagram yang menampilkan ide-ide untuk design rumah.
Saya sendiri pengeeen banget punya rumah American Classic yang kayak di film-film Hollywood. Makanya gak suka banget sama trend rumah di Indonesia, minimalis. Kalau Scandinavian masih oke lah, tapi kalo minimalis duh boseen bangett.

Dan salah satu yang saya suka dari dulu tuh adalah pernak pernik alias knick knack yang bisa jadi pajangan. Saya pengkoleksi object yang bisa jadi pajangan kayak snow globe, piring2 cantik, figurine, vas vas cantik... Duhh saya sukaaa bangeettt... 
Tapi ternyata seni menata pernak pernik itu juga ada lo. Gak sekedar majang di rak atau di coffee table.
Ini nih vignette yang saya suka



Huwaaa kayaknya semua yang bernau pernak pernik saya suka bangeettt :)

A tribute to My Papa

Salah satu peristiwa yang paling membuat saya sedih adalah kehilangan papa saya, Tulisan ini dibuat untuk mengenang almarhum papa saya, Bapak Titut Soediarno yang meninggal 27 Desember 2012 setelah 3 bulan divonis kanker hati.
Papa adalah salah seorang laki-laki terpenting di dalam hidup saya. Boleh dibilang memang saya ini adalah anak kesayangan papa, karena sejak kecil saya sakit-sakitan. Saya sering mengalami panas batuk pilek sampai saya kelas 5 SD sudah mulai agak berkurang. Akibatnya papa dan mama saya cukup protektif terhadap saya dalam hal apapun. Permintaan saya ke papa pun sebisa mungkin dituruti. Untunglah saya tidak tumbuh menjadi anak yang manja dan menyusahkan orangtua (alhamdulillah :-)). Ya manja-manja dikitlah, kayak kemana-mana minta dianterin :-D
Bahkan saya sudah menikah pun, saya masih sering minta dianterin papa. Jadi apa-apa memang saya mintanya ke papa dan mama. Pernah dulu pulsa listrik di rumah saya malam-malam habis. Saat itu suami saya lagi dinas keluar kota. Saya tetap dong nelpon ke papa nanya gimana solusinya. Dan papa malam-malam ke rumah nganterin pulsa hanya demi agar rumah saya gak kegelapan.
kalau dipikir-pikir saya tuh sudah sering nyusahin papa. Minta dianterin kemana-mana, minta dijemput, minta titip beli apa. Papa memang family man yang bener-bener care dan sayang bangeeet sama anak-anaknya.Anaknya menderita sedikit kayaknya gak boleh :-D
Dan papa tuh kalo ada anaknya yang sakit pasti selalu mengorbankan waktu entah dateng terlambat ke kantor atau cuti demi nganterin anaknya ke dokter. Saya kadang berpikir apa ada ya bapak di jaman sekarang yang seperti papa...
Setiap manusia pasti punya positif dan negatifnya, tidak terkecuali papa. Tapi saat ini saya hanya bisa mengenang yang baik-baik dari papa. Saya masih sering bermimpi tentang papa, kalo sudah mimpi basanya saya menangis. Nulis ini pun saya sambil menangis mengenang beliau. Kadang saya masih menyesali saya belum membalas segala kebaikan papa. Dan masih menyesali juga betapa dulu saya sering merepotkan beliau. Tapi sekarang yang saya bisa lakukan hanyalah mendoakan papa dan inshaAllah semoga kami dapat bertemu kembali di akhirat kelak. Amiinnn